Dony Oskaria, Putra Minang, Dilantik Sebagai Kepala BP BUMN

Dony Oskaria resmi duduki jabatan Kepala BP BUMN setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto Rabu, 8/10 di Istana Negara (Foto Ist/pnc)

JAKARTA: PagarNews.com – Kurang satu bulan menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Menteri BUMN setelah dilantik 17 September 2025, akhirnya Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Dony Oskaria sebagai kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) di Istana Negara, Rabu (8/10/2025).

Dony Oskaria, kelahiran 26 September 1969 di Tanjung Alam, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Pada Era Erick Thohir, menjadi Menteri BUMN, Dony diketahui merupakan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Saksikan Juga Video: Polisi Gerebek Sarang Narkoba di Tengah Hutan Sawit

Penunjukan Dony dari suku Minang ini bertepatan dengan perubahan Kementerian BUMN yang berubah nama menjadi BP BUMN berdasarkan perubahan ke-4 Undang-Undang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang telah disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melalui Sidang Paripurna ke-6 masa persidangan I tahun 2025-2026.

Dony Oskaria dipercaya sebagai Kepala BP BUMN bukan asal tunjuk tetapi memang punya latarbelakang akademik serta pengalaman dunia ekonomi bisnis yang sangat memungkitkan untuk mengembangkan berbagai perusahaan plat merah dalam mendongkrak dana pemasukan negara dari sektor pajak dan non-pajak.

Baca Juga: Polda Sumut Gelar Penanaman Jagung Serentak Kuartal IV Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional

Meski Dony Oskaria memegang jabatan baru, putra Minang ini memastikan saat ini masih tetap menjabat sebagai Chief Operation Officer (COO) Danantara.

“Iya (masih jabat COO Danantara setelah dilantik jadi Kepala BP BUMN),” tutur Dony usai dilantik jadi Kepala BP BUMN di Istana Negara, Rabu (8/10).
Dony menjelaskan BP BUMN memiliki tugas yang hampir sama dengan Kementerian BUMN. Ia menegaskan saat ini pemerintah tengah berfokus pada percepatan transformasi BUMN.

Profil pendidikan Dony Oskaria turut menjadi sorotan lantaran pernah pindah kuliah pada jenjang S1.

 

< >

 

 

 

 

Dony setelah menamatkan pendidikan di kota Batusangkar, ibukota Kabupaten Tanah Datar, dia bertolak ke Padang dan Jakarta untuk menempuh pendidikan menengah.

Mengutip dari sumber kantor berita Antara, Dony Oskaria kemudian menjalani studi perguruan tinggi di kampus yang berbeda. Awalnya ia mengambil Jurusan Akuntansi di Universitas Andalas pada 1989
Namun merasa tidak cocok dengan jurusan itu. Baru setahun kuliah, Dony pindah ke Jurusan Hubungan Internasional di Universitas Padjadjaran, Bandung dan lulus pada tahun 1994.

Saksikan Juga Video: Labuhanbatu dan Labusel Sarang Narkoba

Dony kemudian memperdalam ilmunya di bidang bisnis dengan menempuh program Master of Business Administration (MBA) di The Asian Institute of Management, Filipina, dan lulus pada 2009.
Karier Dony Oskaria di Dunia Perbankan
Dony memulai karier perbankan di Bank Universal sebagai petugas call center. Kemampuannya membuat Dony naik jabatan hingga menjadi kepala divisi personal banker.

Baca Juga: Poldasu Amankan 4 Pelaku Judi Togel Di Asahan

Pada tahun 2004, Dony bergabung dengan Bank Mega dan dipercaya memegang berbagai posisi penting di anak perusahaan CT Corp. Seiring keterlibatan CT Corp dalam investasi di Garuda Indonesia, Dony kemudian dipercaya sebagai perwakilan CT Corp di maskapai tersebut.

Pada akhir tahun 2014,Dony diangkat menjadi anggota Dewan Komisaris Garuda Indonesia, posisi yang dipegangnya hingga 2019.
Saksikan Juga Video Shorts: Lama Berpisah Dua Wartawan Senior Ketemu Di Masjid

Saksikan Juga Video: Pemusnahan Narkoba Hampir 2 Ton

Dalam riwayat pekerjaan Dony Oskaria, dia juga aktif dalam mengembangkan industri pariwisata di Indonesia. Pada Januari 2016, ia dipercaya Presiden Joko Widodo untuk menjadi anggota Dewan Penasihat Presiden Bidang Ekonomi dan Industri di Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN).

Bersama Muhammad Lutfi, Dony mengembangkan beberapa hotel, restoran, dan resor di Jakarta dan Padang, serta berkontribusi dalam pengembangan agroindustri di Sumatera Barat.
Kemudian pada 2021, Dony dipercaya untuk menjabat sebagai Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau InJourney, perusahaan yang menjadi holding dari beberapa BUMN di bidang pariwisata.

< >

 

 

 

 

 

Walau baru dalam hitungan detik atau jam memegang jabatan Kepala BP BUMN, namun harapan lapisan masyarakat Indonesia, terutama yang berdomisili di wilayah Sumatera Utara, sangat besar kepada Dony Oskaria dalam menyelesaikan persoalan tanah eks HGU PTPN II yang kini sudah dilebur masuk PTPN I.

Lahan kavling perumahan anggota PWI Sumut seluas 14 hektar di Gang Taon, Lau Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan , Kab.Deliserdang sudah dikuasai lebih 24 tahun, sampai sekarang masih mengambang statusnya walau sudah dilakukan berbagai upaya dalam hal pelepasan hak milik negara, termasuk mengirim surat resmi kepada Menteri BUMN belum lama ini, namun sampai sekarang masih belum ada jawaban.

Harapan anggota PWI Sumut agar pak Dony Oskaria turun tangan dalam menuntaskan pelepasan tanah milik negara itu untuk diserahkan kepada lebih 300 anggota PWI Sumut yang punya lahan perumahan di lahan eks HGU PTPN II itu. (pnc/ant)