
PADANG: PagarNews.com – Ratusan rumah di Kota Solok, Sumatera Barat (Sumbar), terendam banjir setelah debit air Sungai Batang Lembang meningkat akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solok melaporkan bahwa ribuan warga terdampak sejak Selasa (25/11/2025) malam.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Solok, Edrizal, menjelaskan curah hujan tinggi dalam durasi panjang menyebabkan air sungai meluap dan menggenangi permukiman serta akses jalan di beberapa kelurahan.
Saksikan Juga Video Short: Banjir Besar Hantam Tapteng, Rumah Warga Hampir Tenggelam
Banjir dilaporkan terjadi di Kelurahan Tanah Garam, KTK, Koto Panjang, dan Sinapa Piliang. Selain itu, sejumlah pohon tumbang juga terjadi di Kelurahan Kampung Jawa dan Tanah Garam.
Di Kelurahan Tanah Garam, terdapat 480 kepala keluarga (KK) atau 973 jiwa terdampak dan 330 rumah terendam. Di antara warga tersebut terdapat 62 balita dan 31 lansia. Sementara di Kelurahan KTK, banjir memengaruhi 51 KK dengan total 188 jiwa, termasuk 11 balita dan delapan lansia.
Baca Juga: Bus ALS Padang-Medan Tetap Berangkat Walau Banjir Dan Longsor Di Jalur Sumbar-Sumut
“Di Kelurahan Koto Panjang terdapat 9 KK atau 41 jiwa, dengan 5 balita dan 3 lansia. Sedangkan di Sinapa Piliang ada 18 KK dengan 73 jiwa, termasuk 15 balita dan 20 lansia,” ujar Edrizal mengutip data BPBD.
Secara keseluruhan, total warga terdampak mencapai 559 KK atau 1.279 jiwa, terdiri dari 93 balita dan 62 lansia.
Baca Juga: Personel Poldasu Dan Jajarannya Dikerahkan Bantu Warga Korban Bencana Di Berbagai Daerah Di Sumut
Selain banjir, BPBD juga menangani pohon tumbang di Kampung Jawa yang menimpa rumah warga bernama Asmi Akmal. Pembersihan telah dilakukan meski belum sepenuhnya selesai. Pohon tumbang di Tanah Garam juga menimpa kabel listrik dan menutup akses jalan, namun kini sudah dibersihkan.
< >
“Tidak ada korban jiwa, tetapi satu rumah mengalami kerusakan ringan dan satu lagi rusak berat,” katanya.
BPBD masih melakukan pendataan dan pemantauan di sejumlah lokasi rawan banjir, serta berkoordinasi dengan OPD terkait, perangkat kelurahan, dan warga untuk penanganan darurat.
Saat ini, warga terdampak membutuhkan alat kebersihan, sembako, family kit, matras, dan selimut. BPBD juga mengimbau masyarakat tetap waspada karena hujan masih turun dan banjir belum surut.






