Aksi Penjarahan Pasca Banjir Di Pandan, Tapteng

Pasca banjir, kalangan warga mulai anarkis dengan jarah berbagai bahan makanan di salah satu swalayan di Pandan, Tapteng. (Foto ist/pnc)

 

TAPTENG:PagarNews.com – Musibah bencana alam tanah longsor terjadi di wilayah sejumlah daerah Sumatera Utara dalam waktu beberapa hari ini menyebabkan ribuan masyarakat harus mengungsi di tempat yang aman.

Saksikan Juga Video Shorts: Ramai-Ramai Menjarah Pasca Banjir Di Pandan, Tapteng

Salah satu daerah yang terdampak bencana alam itu Kota Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah. Saat ini kondisi di wilayah itu pun terisolir dikarenakan putusnya sejumlah akses jalur akibat tertimbun material longsor.

Saksikan Juga Video Short: Banjir Besar Hantam Tapteng, Rumah Warga Hampir Tenggelam

Di tengah situasi bencana alam itu beredar video ratusan warga yang terekam kamera melakukan aksi penjarahan di salah satu swalayan yang berlokasi Kecamatan Sarudik, Kota Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Berdasarkan rekaman video yang didapat, Sabtu (29/11), terlihat para warga dengan cara paksa mengambil makan serta barang-barang lainnya dari dalam swalayan. Aksi itu dilakukan warga dikarenakan diduga kurangnya pasokan bantuan pangan di tengah situasi bencana alam tersebut.

Saksikan Juga  Video Shorts: Kampung Aur Banjir dan Berduka

“Terjadi penjarahan di Pandan,” ucap seorang pria di dalam rekaman video tersebut.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, saat dikonfirmasi mengenai adanya aksi penjarahan di Kota Pandan di tengah bencana alam akan mengeceknya. “Saya cek dulu ya bro,” ujarnya singkat.

Sebelumnya, Polda Sumatera Utara (Sumut) menyatakan wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Kota Sibolga masih terisolir akibat terdampak bencana alam banjir serta tanah longsor.

Baca Juga : Korban Tewas Bencana Alam di Sumut Bertambah Jadi 24 Orang, 5 Hilang

“Situasi di Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah masih terisolasi akibat longsor yang menutup total akses jalan,” ujar Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, Jumat (28/11).

Ia mengungkapkan, upaya penyelamatan terus dilakukan personel gabungan dari SAR, Brimob, polres jajaran, Basarnas, TNI, BPBD, relawan, serta warga lokal untuk melakukan evakuasi korban yang tertimbun material longsor.

Baca Juga: 10 Bus ALS Terjebak Macet Akibat Longsor Jalur Sumut-Sumbar, Penumpang Aman!

“Situasi di TKP yang ekstrem tidak menyurutkan semangat pasukan. Mereka bergerak di tengah cuaca yang masih sering berubah, arus air yang deras, serta ancaman longsor susulan. Komunikasi darurat didorong tetap berjalan menggunakan perangkat pendukung yang tersedia, sementara jalur logistik terus diupayakan melalui berbagai rute alternatif,” ungkapnya.

<  >

 

 

 

 

 

Ferry menambahkan, terhitung sejak 24-27 November 2025, Polda Sumut mencatat setidaknya 20 wilayah telah diterjang bencana alam banjir dan longsor. Adapun korban terdampak mencapai 222 orang dan 9.845 jiwa terpaksa mengungsi.

“Polda Sumut bergerak serentak melakukan evakuasi, pencarian korban hilang, pembukaan akses jalan, dan distribusi bantuan. Penanganan dilakukan siang hingga malam karena keselamatan masyarakat adalah hal yang paling utama,” pungkasnya.(pnc/lsa)