Bencana Sumatera Barat: 193 Meninggal dan Ratusan Warga Masih Hilang

Pantauan dari udara kondisi salah satu daerah di Provinsi Sumatera Barat yang dihantam banjir minggu lalu (Foto Ist/pnc)

 

PADANG:PagarNews.com– Komando Daerah Militer (Kodam) XX/Tuanku Imam Bonjol bersama unsur pemerintah terus mempercepat penanganan pascabencana di Sumatera Barat khususnya dalam proses evakuasi korban serta membuka akses wilayah yang terisolasi.

“Kami tetap melakukan pencarian sesuai waktu tanggap darurat. Fokus kami adalah evakuasi korban dan pembenahan fasilitas umum,” ujar Inspektorat Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol Brigjen TNI Heri Susanto di Kota Padang, Selasa (2/12/2025).

Saksikan Juga Video: Korban Banjir Menjarah, Lapar dan Mau Bertahan Untuk Hidup, Tapanuli Tengah

Heri menyebutkan, memasuki hari kelima pascabencana sekitar 2.000 personel TNI dari Babinsa dan satuan pendukung lainnya dikerahkan untuk terus bekerja membantu percepatan pemulihan, evakuasi, serta pengiriman logistik hingga menjangkau daerah terisolasi.

“Selain itu, Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol juga mengoperasikan tujuh dapur lapangan untuk membantu para pengungsi dan relawan,” ungkap Heri.

Baca Juga: Bus ALS Padang-Medan Tetap Berangkat Walau Banjir Dan Longsor Di Jalur Sumbar-Sumut

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar Arry Yuswandi mengatakan pemerintah daerah bersama lembaga terkait terus mengintensifkan pencarian korban hingga identifikasi jenazah yang ditemukan.

“Sejak awal bencana tim gabungan Pemprov Sumbar, pemerintah kabupaten dan kota, TNI, Polri, dan SAR melakukan pencarian korban hilang, evakuasi korban luka, layanan kesehatan di posko, serta distribusi logistik,” tuturnya menjelaskan.

Baca Juga: Poldasu dan Jajaran Terus Lakukan Pencarian Dan Evakuasi Para Korban Bencana Alam

Kemudian, untuk membuka akses wilayah terisolasi, pemerintah mengerahkan 81 alat berat dibantu alat berat milik swasta. Pemprov Sumbar juga menyiapkan ruang pendingin di rumah sakit untuk mendukung proses identifikasi korban. Tim DVI Polri bekerja penuh untuk mempercepat identifikasi jenazah.

<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-9954342845769393"
     crossorigin="anonymous"></script>

 

 

 

 

Sebanyak 350 ton beras juga telah didistribusikan ke seluruh kabupaten dan kota terdampak melalui Dinas Pangan Provinsi, dan akan ditambah jika diperlukan.

Data terkini Posko Tanggap Darurat Sumbar per 2 Desember 2025 pukul 09.00 WIB tercatat 193 korban meninggal dunia, di mana 161 di antaranya sudah teridentifikasi. Sebanyak 32 jenazah dalam proses identifikasi, 116 warga masih hilang (angka bersifat dinamis) dan sebanyak 17.402 pengungsi tersebar di berbagai titik. (pnc/inilah)