Segudang Prestasi, Tatan Dirsan Atmaja Resmi Sandang Pangkat Jenderal Bintang Satu

Tatan Dirsan Atmaja jadi Jenderal Bintang Satu (Foto Ist/pnc)

MEDAN:PagarNews.com – Tatan Dirsan Atmaja mantan Direktur Reskrimum Polda Sumatera Utara diberi amanah dengan jabatan sebagai Direktur Pengamanan dan Intelijen Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia.

Tatan Dirsan Atmaja lahir di Medan Labuhan, Kota Medan, Sumatera Utara merupakan alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1996 itu akhirnya resmi menjadi jenderal bintang satu (brigadir jenderal polisi).

Saksikan Juga Video: Warga Mangamuk, Kantor Polisi Madina Dibakar

Di kepolisian, Brigjen Pol Tatan Dirsan sempat menjabat sebagai Kapolsek Menteng Polres Jakarta Pusat. Ia juga pernah menjabat sebagai Kapolsek Gambir, dan juga Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat.

Ketika bertugas di Sumatera Utara, Tatan Dirsan Atmaja juga pernah menjabat di berbagai posisi strategis di wilayah Polda Sumatera Utara. Ia pernah menjabat sebagai Kapolres Asahan kemudian menjabat sebagai Wakapolrestabes Medan.

Baca Juga: BNN Sumut Bakti Sosial ke Panti Asuhan Sambut Tahun Baru 2026

Tak lama setelah itu menjabat sebagai Kabid Humas Polda Sumut. Selama ini kariernya cukup gemilang di tubuh Korps Bhayangkara Polri. Tatan Dirsan Atmaja sendiri dilantik oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Jenderal Pol (Purn) Agus Andrianto bersama dengan 32 Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Kementerian imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), pada Kamis (28/11/2024).

Ketika menjabat sebagai Dirkrimum Polda Sumut, Tatan dan anak buahnya sempat mengungkap sejumlah kasus menonjol. Sebut saja kasus penembakan wartawan di Kota Siantar yang bernama Mara Salem Harahap.

Saksikan Juga: Video: Brimob Poldasu Tak Kenal Lelah Bersihkan Sekolah

Tatan bersama anggotanya kemudian mengungkap dan menangkap para pelakunya, yang satu diantaranya adalah oknum TNI. Selain itu juga pernah mengungkap kasus perampokan toko emas di Pasar Simpang Limun, Jalan Sisingamangaraja Kota Medan, yang terjadi pada Agustus 2021 lalu.

Baca Juga Tim Gabungan Terus Lakukan Upaya Pencarian Korban Meninggal Musibah Banjir di Sumut, Aceh dan Sumbar

Ketika itu, para pelaku yang membawa senjata api laras panjang akhirnya ditangkap beberapa minggu setelah kejadian. Tatan bersama anak buahnya juga menemukan emas yang dirampok para pelaku, yang disembunyikan di dalam tanah di kawasan Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.

<  />

 

 

 

 

 

 

Bahkan, ia bersama timnya juga sempat mengungkap kasus penembakan mantan Anggota DPRD Langkat, Paino. Pelaku yang ditangkap kala itu adalah Luhur Sentosa Ginting alias Tosa Ginting, anak tokoh pemuda di Kabupaten Langkat, mendiang Okor Ginting. (pnc/lsa)