Polri Perkuat Kapasitas Personel Hadapi Kejahatan Love Scamming

Kabag Mitra Biro Penmas Divisi Humas Polri Kombes Pol Hadi Wahyudi dalam keterangan pers tentang Love Scamming (Foto Ist/pnc)

JAKARTA:PagarNews.com – Polri memperkuat kapasitas personel dalam menghadapi perkembangan kejahatan digital yang semakin komplek dengan menggelar dialog tentang penguatan internal ke-II.

Dialog yang diinisiasi Divisi Humas Polri bertemakan “Transformasi Penanganan Tindak Pidana Love Scamming dalam Penguatan Kapasitas Polri Menghadapi Modus Kejahatan Digital” secara hybrid di Jakarta Selatan, kemarin.

Melalui kegiatan yang digelar menjadi wadah peningkatan kapasitas penyidik dan personel Polri dalam memahami perkembangan modus kejahatan digital, khususnya love scamming yang terus berevolusi seiring kemajuan teknologi.

Baca Juga: Polda Sumut Bongkar Sindikat Scamming Internasional di Apartemen Medan, Korban Rugi Rp6,7 Miliar

Kabag Mitra Biro Penmas Divisi Humas Polri, Kombes Pol Hadi Wahyudi, mengatakan perkembangan teknologi digital telah melahirkan berbagai modus operandi baru yang membutuhkan kesiapan seluruh pemangku kepentingan, tidak hanya Polri.

“Perkembangan digital tentu sudah semakin berkembang dengan modus operandinya. Oleh karena itu menjadi kewajiban kita semua, tidak hanya Polri tetapi juga para pemangku kepentingan lainnya, untuk bersama-sama bersinergi dalam mencegah maupun menangani kasus-kasus yang terkait dengan love scamming,” katanya,

Saksikan Juga Video Shorts: Jl.SM Raja Kosong Melompong Tanpa Pohon

Ia menjelaskan dialog publik itu dirancang sebagai forum penguatan pengetahuan, wawasan, dan kompetensi penyidik Polri agar mampu menghadapi berbagai bentuk kejahatan di ruang digital secara lebih adaptif dan profesional.

“Dialog publik yang kita bangun ini adalah untuk meningkatkan kapasitas penyidik-penyidik Polri, baik pengetahuan maupun wawasan dalam membangun kemampuan menghadapi kejahatan-kejahatan di ruang digital,” jelas mantan Kabid Humas Polda Sumut tersebut.

Baca Juga: Pemprov Sumut Pastikan Dugaan Tambang Ilegal di Sipiongot Sudah Berhenti Beroperasi

Untuk memperkaya perspektif penanganan perkara, Hadi menerangkan Divisi Humas Polri menghadirkan narasumber dari berbagai bidang, yakni Direktorat Tindak Pidana PPA-PPO Bareskrim Polri, Komnas Perempuan, serta psikolog forensik.

<   >/

 

 

 

 

 

Menurutnya, kolaborasi itu diharapkan mampu memberikan pemahaman yang komprehensif mulai dari aspek penegakan hukum, perlindungan korban, hingga pendekatan psikologis dalam menangani perkara love scamming.

“Polri berharap seluruh personel semakin siap menghadapi tantangan kejahatan digital yang terus berkembang, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam menciptakan ruang digital yang aman bagi masyarakat,” pungkasnya. (pnc/lsa)