Seorang Remaja Lapor Ke SPKT Mapolda Sumut Karena Jadi korban Penganiayaan.

MEDAN:PagarNews.com – Remaja berinisial AS berusia 16 tahun mendatangi SPKT Mapolda Sumut membuat pengaduan karena diduga menjadi korban penganiayaan.
Didampingi orang tua dan kuasa hukumnya, korban melaporkan oknum Satpol PP Deliserdang. Laporan itu tertuang berdasarkan Nomor: STTLP/B/1084/VII/2026/SPKT/ Polda Sumatera Utara.
Saksikan Juga Video Shorts: Polrestabes Medan Ringkus Kurir Narkoba Jaringan Malaysia
Kuasa hukum korban, Thomas Tarigan, kepada awak media mengatakan awalnya tim gabungan dari BNN Deliserdang bersama Satpol PP Deliserdang melakukan razia di Kafe Kita di Jalan Telun Kenas, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang, beberapa waktu.
“Saat tim gabungan itu melakukan razia terjadi aksi perlawanan dari warga setempat. Lalu beberapa orang termasuk korban AS turut diamankan,” katanya, Senin (6/7).
Baca Juga: Wanita Tua Bersama Kuasa Hukum Laporkan Penganiayaan Anaknya Kepada Poldasu
Namun, Thomas mengungkapkan terhadap korban AS setelah diamankan lalu dikembalikan kepada orangtuanya karena tidak terbukti melakukan perlawanan atau penyerangan terhadap petugas saat melakukan razia kafe tersebut.
“Ironinya, klien saya itu malah diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan sejumlah oknum Satpol PP saat berada di dalam truk,” ungkapnya bahwa akibat dugaan penganiayaan itu menyebabkan beberapa bekas luka di bagian tubuh.
Baca Juga : Pantai Sejarah Tempat Pembibitan Mangrove Yang Nyaris Punah
“Kita berharap agar Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto segera menindaklanjuti laporan dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum Satpol PP Deliserdang yang melakukan tindakan semena-mena,” harapnya.
< />
Sementara itu, korban AS menjelaskan tindakan dugaan penganiayaan itu terjadi saat dirinya diamankan di dalam truk oleh petugas Satpol PP karena dituduh melakukan provokasi.
“Ada 10 orang Satpol PP yang menganiaya ku bang saat diamankan ke dalam truk milik Satpol PP. Sampai sekarang kondisi kepala ku masih sakit dan aku masih trauma,” ujarnya. (pnc/lsa)






