Polrestabes Medan Didesak Tangkap Perampok Truk Milik Pengusaha Ekspedisi Jakarta

MEDAN:PagarNews.com – Penyidik Sat Reskrim Polrestabes Medan tengah mendalami penyelidikan kasus perampokan truk milik pengusaha ekspedisi dari Jakarta yang terjadi di kawasan Kecamatan Medan Johor pada beberapa waktu lalu.
Dalam perkara perampokan itu penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap korban (pelapor) Zulham Panjaitan untuk dimintai keterangannya bersama sejumlah saksi.
Saksikan Juga Video: Bus ALS Vs Truk Tanki, Sedikitnya 14 Tewas
“Harapan saya agar truk yang dirampok itu dikembalikan karena tidak ada hubungannya dengan kasus yang dilaporkan pihak terlapor,” ujar korban Zulham usai menjalani pemeriksaan di Sat Reskrim Polrestabes Medan, Kamis (7/5).
Ia menjelaskan, bahwa truk miliknya yang dirampok itu karena ada miskomunikasi antara sopir. Namun begitu pengusaha tersebut menyerahkan seluruh permasalahan itu kepada pop hukum.
Baa Juga: Kapolrestabes Medan Diprapid Leo Sembiring CS Dugaan Kriminalisasi
“Akibat peristiwa ini saya mengalami kerugian sebab truk yang dirampok itu masih tahap cicilan kredit,” jelasnya didampingi kuasa hukum Leo Situmorang dan Muhammad Riau.
Sementara itu, Leo Situmorang, menyampaikan agar Sat Reskrim Polrestabes Medan untuk segera menuntaskan laporan perampokan truk milik Zulham Panjaitan tersebut.
Baca Juga: Penjelasan Humas PT.ALS Medan Terkait Tabrakan Maut Kontra Truk Tangki
“Ini adalah pemeriksaan pertama terhadap pelapor klien saya. Kepada penyidik kami menyerahkan kelengkapan bukti surat kepemilikan truk yang dirampok itu,” sebutnya bahwa kasus perampokan berawal dari dua sopir yang menjadi korban penipuan dan penggelapan.
Pada kesempatan yang sama, Muhammad Riau menambahkan bahwa pemeriksaan terhadap korban (pelapor) yang dilakukan penyidik Sat Reskrim Polrestabes Medan berjalan sangat profesional. “Kita menyampaikan apresiasi kepada Kapolrestabes Medan dan Kasat Reskrim Polrestabes Medan yang telah mengantensikan kasus perampokan truk tersebut,” terangnya.
Saksikan Juga Video Shorts: Kobaran Api Menggila, Bus ALs Ludes Terbakar
Sebelumnya, Ketua Forum Batak Intelektual (FBI), Leo Situmorang, mengapresiasi Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Adrian Rizky Lubis yang telah mengantensikan kasus perampokan terhadap sopir truk asal Jakarta.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak dan Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Adrian Rizky Lubis karena sangat transparan menangani perkara yang dialami Moga Imanuel Sirait dan Dani sopir asal Jakarta,” ungkapnya sekaligus kuasa hukum korban, Selasa (5/5) malam.
Baca Juga: Empat Lokasi Tambang Ilegal Ditemukan Di Dairi
Leo menjelaskan, kasus perampokan yang dialami sopir truk dari Jakarta itu bermula ketika berada di Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang dihubungi oleh seseorang bernama Gilang pada Rabu (22/4).
“Gilang mengakui mengenal klien saya Moga dari temannya meminta untuk membongkar muat minyak goreng di wilayah Kecamatan Medan Johor. Lalu Moga disuruh mencetak surat jalan dalam bentuk PDF yang dikirim lewat WhatsApp,” jelasnya.
Lebih lanjut, Leo mengungkapkan setelah mencetak surat jalan kembali Moga mendapat telepon melalui video call. Namun telepon hanya singkat dan langsung dimatikan.
Saksikan Juga Video Shorts: Dirut PT. ALS Buka Suara Soal Tabrakan Maut
“Tak lama kemudian Moga kembali mendapat telepon dari seseorang bernama Willy yang mendapat nomor dari Gilang. Klien saya ini juga dikirim titik koordinat lokasi, dan disuruh mengemudikan truk ke daerah Medan Johor untuk memuat minyak seperti di awal,” ungkapnya.
Namun, Leo menyebutkan belum sampai di titik yang ditentukan Moga kembali mendapat telepon dari Willy diminta berhenti di depan RS Mitra Sejati Medan, Jalan AH Nasution dengan alasannya karena ada sales yang akan datang menemui.
Baca Juga: Penyidik Polrestabes Diminta Tahan PP Pelaku Penganiayaan dan Tangkap 3 DPO
“Karena khawatir jika berhenti di pinggir jalan, Moga melaju ke arah Jalan Karya Jaya, ke arah yang dikirim. Singkat cerita bahwa di lokasi sudah sejumlah orang. Diantaranya identitasnya telah diketahui berinisial H, R dan R,” sebutnya korban Moga diarahkan Willy agar apabila ditanya di dalam truk sudah barang (minyak) telah diorder padahal itu tidak ada sama sekali.
“Sejumlah orang itu tetap memaksa membuka boks truk dan memang tidak ada barang yang sebelumnya telah diorder itu,” beber Leo bahwa korban Moga dan Dani lalu disekap, dianiaya, dirampok dimana truk dibawa kabur para pelaku.
< />
Ia menerangkan, ironinya dalam kasus yang dialami kedua sopir asal Jakarta itu malah dilaporkan oleh pelaku ke Mapolrestabes Medan karena melakukan penipuan dan penggelapan. Oleh karena dirinya sudah bertemu Kasat Reskrim Polrestabes Medan menyampaikan kronologis fakta yang sebenarnya tentang peristiwa kejahatan tersebut.
“Puji syukur, Bapak Kasat Reskrim Polrestabes Medan sudah mendengar terkait fakta peristiwa yang sebenarnya. Beliau juga sudah memerintahkan agar penyidik segera memanggil semua pihak yang terlibat dan menangkap para pelaku,” pungkasnya. (pnc/lsa)






